disudut malam aku terduduk merenung
Mengutuk langit langit malam ini
Mengapa begitu terasa kelam dan gelap
Meski bintang bersinar memanggilku
Dibawah langit aku termenung
Bertanya mengapa aku merasa sepi
Meski kicauan binatang malam ada
Dan hembusan angin tetap memelukku
Hampa terasa kini yang kurasa
Kucoba tak merasa kehilangan
Namun memang aku sendirian
Tawa itu terhenti saat kusadari
aku menertawai diriku sendiri
Kucoba merasakan kelengkapan
Tetap saja kurasa kehilangan
Nyanyian malam yang bersenandung
Bercerita tentang ribuan mimpi indah
Untaian mutiara yang terucap syahdu
Bercerita tentang sejuta harapan kita
Kini semua telah menghilang
Tanpa ku sadari aku telah kehilangan
Kata rindu dan sanjungmu
Menjadi kebencian dan amarah itu
Kini aku termangu menatap malam
Terasa begitu kelam dan gelap
Membuatku lemah dan resah
Hatiku sedang tak terarah
Saat kusadari kau telah pergi
Meninggalkanku meratapi malam
Tampilkan postingan dengan label Puisi ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi ku. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 April 2013
Kamis, 18 April 2013
aku dan kamu
aku bagai langit langit ditempat kau berpijak
Kau harus menengadah keatas tuk melihatku
Padahal aku tak merasa disana aku disisimu
Aku bagai buku dongeng yang kekanakan bagimu
Kau harus menyukai dongeng untuk memahami aku
Padahal aku tak punya banyak dongeng dikehidupanku
Aku bagai salju yang putih dan dingin bagimu
Kau harus membersihkan jiwamu tuk menghangatkanku
Padahal aku tak selembut itu aku pun kelabu
Kau bagai tuak yang memabukan bagiku
Ku harus belajar menerimamu untuk bisa memiliki
Padahal aku tak menyukai aroma tuak itu
Kau bagai katak yang melompat kesana kemari
Aku harus belajar mengejarmu agar ku mampu mendekapmu
Padahal aku tak mampu berlari dan aku lelah
Kau bagai rute jalanan kota besar bagiku
Aku harus pandai berputar arah agar bisa menemukanmu
Padahal aku sering tersesat saat aku mencarimu
Entah apa artinya semua
Tak patutkah hati kita disatukan
Aku ingin pergi
Saat aku tau akan luka
Aku ingin kau pergi
Saat aku tau kau akan terluka
Kau harus menengadah keatas tuk melihatku
Padahal aku tak merasa disana aku disisimu
Aku bagai buku dongeng yang kekanakan bagimu
Kau harus menyukai dongeng untuk memahami aku
Padahal aku tak punya banyak dongeng dikehidupanku
Aku bagai salju yang putih dan dingin bagimu
Kau harus membersihkan jiwamu tuk menghangatkanku
Padahal aku tak selembut itu aku pun kelabu
Kau bagai tuak yang memabukan bagiku
Ku harus belajar menerimamu untuk bisa memiliki
Padahal aku tak menyukai aroma tuak itu
Kau bagai katak yang melompat kesana kemari
Aku harus belajar mengejarmu agar ku mampu mendekapmu
Padahal aku tak mampu berlari dan aku lelah
Kau bagai rute jalanan kota besar bagiku
Aku harus pandai berputar arah agar bisa menemukanmu
Padahal aku sering tersesat saat aku mencarimu
Entah apa artinya semua
Tak patutkah hati kita disatukan
Aku ingin pergi
Saat aku tau akan luka
Aku ingin kau pergi
Saat aku tau kau akan terluka
Label:
Puisi ku
Senin, 15 April 2013
Sunset Bersamamu
Mentari meredupkan sinarnya
Hentikan hiruk pikuk dunia ini
Melepaskan peluh dan lara tadi
Matahari kembali dalam peraduannya
Meninggalkan kerapuhan rasa hati ini
Menghentikan langkahku sesaat
Semburat kuning kemerahan disana
Menenggelamkan segala kelelahan
Menatapnya begitu menenangkan
Meski perlahan warnanya menggelap
Kemudian menghilang ditelan senja
Sunset adalah waktu terindah
Kemilaunya melukis langit yang kosong
Dari sekian waktu yang tercipta
Meski Hanya beberapa detik saja
Lukisan langit terindah dari Tuhan
Kala matahari tenggelam dibarat
Sempurnanya keindahan sunset itu
Jika ku lewati berdua denganmu
Kini senja mulai menampakkan diri
Memisahkan aku dan sunset terindah
Jika ada potongan waktu terindah
Selain surya tenggelam diujung sana
Maka potongan waktu terindah itu
Jika sepanjang hari dalam hidupku
menatap sunset bersamamu
Setiap sore dimanapun itu
Hentikan hiruk pikuk dunia ini
Melepaskan peluh dan lara tadi
Matahari kembali dalam peraduannya
Meninggalkan kerapuhan rasa hati ini
Menghentikan langkahku sesaat
Semburat kuning kemerahan disana
Menenggelamkan segala kelelahan
Menatapnya begitu menenangkan
Meski perlahan warnanya menggelap
Kemudian menghilang ditelan senja
Sunset adalah waktu terindah
Kemilaunya melukis langit yang kosong
Dari sekian waktu yang tercipta
Meski Hanya beberapa detik saja
Lukisan langit terindah dari Tuhan
Kala matahari tenggelam dibarat
Sempurnanya keindahan sunset itu
Jika ku lewati berdua denganmu
Kini senja mulai menampakkan diri
Memisahkan aku dan sunset terindah
Jika ada potongan waktu terindah
Selain surya tenggelam diujung sana
Maka potongan waktu terindah itu
Jika sepanjang hari dalam hidupku
menatap sunset bersamamu
Setiap sore dimanapun itu
Label:
Puisi ku
Minggu, 14 April 2013
[[*saat aku tak lagi disisimu*]]
Hening menyayat air mata ku
Hingga menetes diatas peluhku
Sunyi menerkamku dalam asa
Langkahku terhenti kini
Dititik terhitam dan pekat
Kupejamkan mata duniaku
Bertanya pada sudut rembulan
Tentang lelah yang membara
Kobarnya merenggut sabarku
Terdiam aku dalam bayang
Jika aku tak kuat bertahan
Jika lelahku diujung kepala
Aku kan terbang jauh
Melepaskan segala urusanku
Meninggalkanmu pelita hatiku
Entah apa yang kan terjadi
Saat aku tak lagi disisimu
Jika seluruh kasihku padamu
Terus terkikis oleh lelahku
Mungkin aku akan melangkah
Meninggalkanmu tiada peduli
Jika seluruh pengabdianku
Tak lagi mampu aku lanjutkan
Mungkin aku akan beranjak
Meninggalkanmu tanpa luka
Namun apa yang kan terjadi
Saat aku tak lagi disisimu
Andaikan waktu ku benar telah habis
Sepanjang nafasku selalu untukmu
Berjuang melawan nestapa dan luka
Maka Aku kan benar pergi darimu
Meninggalkanmu tanpa rasa peduli
Dan saat aku tak lagi disisimu
Ku tunggu kau dikeabadian kelak
Hingga menetes diatas peluhku
Sunyi menerkamku dalam asa
Langkahku terhenti kini
Dititik terhitam dan pekat
Kupejamkan mata duniaku
Bertanya pada sudut rembulan
Tentang lelah yang membara
Kobarnya merenggut sabarku
Terdiam aku dalam bayang
Jika aku tak kuat bertahan
Jika lelahku diujung kepala
Aku kan terbang jauh
Melepaskan segala urusanku
Meninggalkanmu pelita hatiku
Entah apa yang kan terjadi
Saat aku tak lagi disisimu
Jika seluruh kasihku padamu
Terus terkikis oleh lelahku
Mungkin aku akan melangkah
Meninggalkanmu tiada peduli
Jika seluruh pengabdianku
Tak lagi mampu aku lanjutkan
Mungkin aku akan beranjak
Meninggalkanmu tanpa luka
Namun apa yang kan terjadi
Saat aku tak lagi disisimu
Andaikan waktu ku benar telah habis
Sepanjang nafasku selalu untukmu
Berjuang melawan nestapa dan luka
Maka Aku kan benar pergi darimu
Meninggalkanmu tanpa rasa peduli
Dan saat aku tak lagi disisimu
Ku tunggu kau dikeabadian kelak
Label:
Puisi ku
Rabu, 10 April 2013
Aku Berhenti
mungkin aku adalah pejuang cinta paling cengeng
Yang nyerah tanpa tau kepastian yang ada
Mungkin bagi orang lain ini sangatlah sederhana
Ini adalah soal perasaan
Yang seribu lembar pun aku tuliskan
Takkan mungkin dimengerti oleh orang lain
Aku berhenti saat ini
Sepanjang kau torehkan luka
Aku selalu berkata seperti itu
Itu membuatku berhenti menangis
Namun perasaan ini tak mampu ku bohongi
Sepanjang hari aku mengharapkanmu
Meski hanya sekedar sapaan dan pujian darimu
Setiap malam aku menghayal tentangmu
Menghabiskan waktu ku hanya untukmu
Aku ingin berhenti mencintaimu
Karena sakitku tak mampu milikimu
Aku ingin meninggalkanku
Tak usah lagi kau mempedulikanku
Hentikan semua permainanku
Aku tlah lemah dan rapuh
Aku ingin hari yang indah tanpamu
Hari ini aku gagal melepasmu
Selalu itu yang ku rasa sepanjang luka
Aku ingin menghapus rasa cintaku
Sebelum perih itu semakin menjadi
Aku ingin berhenti mengharapkanmu
Sebelum kau semakin kejam melukaiku
Air mata ku tak pernah berhenti
Kala aku sadar cinta itu bukan untukku
Entah mengapa namamu
Selalu memenuhi hatiku
Aku bahagia saat bersamamu
Dan kau akhiri luka
Saat aku sadar itu bukan cinta
Yang nyerah tanpa tau kepastian yang ada
Mungkin bagi orang lain ini sangatlah sederhana
Ini adalah soal perasaan
Yang seribu lembar pun aku tuliskan
Takkan mungkin dimengerti oleh orang lain
Aku berhenti saat ini
Sepanjang kau torehkan luka
Aku selalu berkata seperti itu
Itu membuatku berhenti menangis
Namun perasaan ini tak mampu ku bohongi
Sepanjang hari aku mengharapkanmu
Meski hanya sekedar sapaan dan pujian darimu
Setiap malam aku menghayal tentangmu
Menghabiskan waktu ku hanya untukmu
Aku ingin berhenti mencintaimu
Karena sakitku tak mampu milikimu
Aku ingin meninggalkanku
Tak usah lagi kau mempedulikanku
Hentikan semua permainanku
Aku tlah lemah dan rapuh
Aku ingin hari yang indah tanpamu
Hari ini aku gagal melepasmu
Selalu itu yang ku rasa sepanjang luka
Aku ingin menghapus rasa cintaku
Sebelum perih itu semakin menjadi
Aku ingin berhenti mengharapkanmu
Sebelum kau semakin kejam melukaiku
Air mata ku tak pernah berhenti
Kala aku sadar cinta itu bukan untukku
Entah mengapa namamu
Selalu memenuhi hatiku
Aku bahagia saat bersamamu
Dan kau akhiri luka
Saat aku sadar itu bukan cinta
Label:
Puisi ku
Sabtu, 06 April 2013
Rinduku Berujung Air Mata
Jejak senyummu masih membekas
Bersama nafasmu saat berbisik
Sejuk tatapanmu masih ku rasakan
Bersama rasa sabarmu saat aku patah
Genggam tanganmu begitu menguatkan
Seperti dekapanmu yang menenangkan
Lirih suaramupun masih kudengar
Bersama indah kata cinta darimu
Inginku kembali lewati waktu itu
Saat kau masih mencintaiku
Aku merindukan hari hari itu
Saat dirimu hanya milikku satu
harusnya hariku tak lagi ada kamu
melepasmu jauh dari hidupmu
Menghapusmu dari hatiku
Namun aku tak pernah mampu
Meski kau tak lagi membutuhkanku
Aku tak mungkin mendustai hatiku
Yang setiap saat masih merindumu
Air mata terlalu murah untukmu
Saat rindu mendekapku
Saat sgala mimpi itu datang
Saat kenangan itu hadir
Air mata tak mampu kutahan
Saat aku merindukanmu
Saat rindu terlarang ini datang
Saat aku lelah menghapusmu
Rinduku berujung air mata
Tak ada yang mampu mencintaiku
Seindah kau mencintaiku kala itu
Dan tak ada yang mampu melukaiku
Sejahanam kau menghancurkan hatiku
Bersama nafasmu saat berbisik
Sejuk tatapanmu masih ku rasakan
Bersama rasa sabarmu saat aku patah
Genggam tanganmu begitu menguatkan
Seperti dekapanmu yang menenangkan
Lirih suaramupun masih kudengar
Bersama indah kata cinta darimu
Inginku kembali lewati waktu itu
Saat kau masih mencintaiku
Aku merindukan hari hari itu
Saat dirimu hanya milikku satu
harusnya hariku tak lagi ada kamu
melepasmu jauh dari hidupmu
Menghapusmu dari hatiku
Namun aku tak pernah mampu
Meski kau tak lagi membutuhkanku
Aku tak mungkin mendustai hatiku
Yang setiap saat masih merindumu
Air mata terlalu murah untukmu
Saat rindu mendekapku
Saat sgala mimpi itu datang
Saat kenangan itu hadir
Air mata tak mampu kutahan
Saat aku merindukanmu
Saat rindu terlarang ini datang
Saat aku lelah menghapusmu
Rinduku berujung air mata
Tak ada yang mampu mencintaiku
Seindah kau mencintaiku kala itu
Dan tak ada yang mampu melukaiku
Sejahanam kau menghancurkan hatiku
Label:
Puisi ku
Jumat, 05 April 2013
jika saat nanti kau disini
bila mana waktu itu tiba
Saat ku biarkan engkau datang
Membuka lembaran kenangan kita
Bila mana hari itu ada
Saat ku sambut hadirnya dirimu
Menceritakan lagi masa itu
Jika saat nanti engkau disini
Mungkin kau bercerita
Tentang betapa indahnya kini
Kehidupan mu dan cinta
Tak lagi seburuk saat bersamaku
Tak kelam jika kita berlanjut
Jika saat nanti kau disini
Mungkin kau kan tertawa
Menceritakan hidupmu disana
Bermanja dengan cinta
Kesempurnaan yang tak kau dapat
Saat kau masih milikku dulu
Jika saat nanti kau disini
Mungkinkah matamu berkaca
Menyesali keputusanmu kala itu
Menangisi aku saat kau pergi
Dan teringat akan ingkarnya dirimu
Jika saat nanti kau disini
Mungkinkah engkau menangis
Melagukan kesedihanmu
Dihantui oleh masa lalu kita
Melantunkan irama pilu
Bahwa kini tak seindah mimpimu
Jika saat nanti kau disini
Mungkin aku hanya terdiam
Tertegun tak mampu berkata
Mendengar berbait ceritamu itu
Tersenyum seolah aku faham
Padahal tak sedikitpun aku tau
Dan tak sebutirpun aku ingin tau
Jika saat nanti kau disini
Mungkin aku menangis
Terisak ditengah pandanganmu
Berteriak penuh amarah kepadamu
Menyalahkanmu menyesalimu
Lalu kembali membencimu
Seperti saat kau meninggalkanku
Jika saat nanti disini
Mungkinkah aku tersenyum bahagia
Kita rajut ulang benang kusut itu
Memulai hari baru denganmu lagi
Dan pastikan takkan meninggalkanku
Jika aku mampu menerima
Apapun yang kau katakan nanti
Jika aku bisa perbaiki
Agar aku tak lagi terhantui
Olehmu dan kenangan itu
Suatu saat nanti Akankah datang
Dan mampukah aku memulai semua
Saat waktu menggali air mata ku lagi
Saat ku biarkan engkau datang
Membuka lembaran kenangan kita
Bila mana hari itu ada
Saat ku sambut hadirnya dirimu
Menceritakan lagi masa itu
Jika saat nanti engkau disini
Mungkin kau bercerita
Tentang betapa indahnya kini
Kehidupan mu dan cinta
Tak lagi seburuk saat bersamaku
Tak kelam jika kita berlanjut
Jika saat nanti kau disini
Mungkin kau kan tertawa
Menceritakan hidupmu disana
Bermanja dengan cinta
Kesempurnaan yang tak kau dapat
Saat kau masih milikku dulu
Jika saat nanti kau disini
Mungkinkah matamu berkaca
Menyesali keputusanmu kala itu
Menangisi aku saat kau pergi
Dan teringat akan ingkarnya dirimu
Jika saat nanti kau disini
Mungkinkah engkau menangis
Melagukan kesedihanmu
Dihantui oleh masa lalu kita
Melantunkan irama pilu
Bahwa kini tak seindah mimpimu
Jika saat nanti kau disini
Mungkin aku hanya terdiam
Tertegun tak mampu berkata
Mendengar berbait ceritamu itu
Tersenyum seolah aku faham
Padahal tak sedikitpun aku tau
Dan tak sebutirpun aku ingin tau
Jika saat nanti kau disini
Mungkin aku menangis
Terisak ditengah pandanganmu
Berteriak penuh amarah kepadamu
Menyalahkanmu menyesalimu
Lalu kembali membencimu
Seperti saat kau meninggalkanku
Jika saat nanti disini
Mungkinkah aku tersenyum bahagia
Kita rajut ulang benang kusut itu
Memulai hari baru denganmu lagi
Dan pastikan takkan meninggalkanku
Jika aku mampu menerima
Apapun yang kau katakan nanti
Jika aku bisa perbaiki
Agar aku tak lagi terhantui
Olehmu dan kenangan itu
Suatu saat nanti Akankah datang
Dan mampukah aku memulai semua
Saat waktu menggali air mata ku lagi
Label:
Puisi ku
Kamis, 28 Maret 2013
kerisauan hati
kau sumber kerisauan hatiku
Yang membuatku berdiam diri
Enggan menatap masa depan
Kau membuatku merasakan cinta
Kemilau cinta yang indah
Mencintaimu dengan segenap rasa
Kau membuat hatiku patah
Menjadi kepingan kepiluan
Saat kau membiarkanku sendiri
Kau yang membuatku risau Sepanjang waktuku
Membutakan fikiranku akan sebuah kebenaran
Aku benar tak faham dengan jalan fikiranmu
Mencintaiku namun tak pernah menginginkanku
Tak mencintaiku namun selalu dekat denganku
Mencintaiku tapi ingin memeliki dia
Kau kerisauan hatiku
Menggelapkan siangku
Membutakan hatiku
Menyesakkan malamku
Kau kerisauan hatiku
Ingin ku membakarmu
Membakar harapan palsu
Membuangmu jauh
Dari kerapuhan hidupku
Yang membuatku berdiam diri
Enggan menatap masa depan
Kau membuatku merasakan cinta
Kemilau cinta yang indah
Mencintaimu dengan segenap rasa
Kau membuat hatiku patah
Menjadi kepingan kepiluan
Saat kau membiarkanku sendiri
Kau yang membuatku risau Sepanjang waktuku
Membutakan fikiranku akan sebuah kebenaran
Aku benar tak faham dengan jalan fikiranmu
Mencintaiku namun tak pernah menginginkanku
Tak mencintaiku namun selalu dekat denganku
Mencintaiku tapi ingin memeliki dia
Kau kerisauan hatiku
Menggelapkan siangku
Membutakan hatiku
Menyesakkan malamku
Kau kerisauan hatiku
Ingin ku membakarmu
Membakar harapan palsu
Membuangmu jauh
Dari kerapuhan hidupku
Yogyakarta, 27 maret 2013
Label:
Puisi ku
aku belajar
aku belajar tak marah
Saat seharusnya aku marah
Aku belajar tak kecewa
Saat sewajarnya aku kecewa
Aku belajar tak menangis
Saat boleh aku menangis
Aku belajar itu semua karenamu
Aku belajar sabar
saat aku harus menunggumu
Aku belajar mengerti
Saat kau egois menghadapiku
Aku belajar mengalah
Saat kau ingin menang
Aku belajar itu semua untukmu
Aku melakukan banyak hal
Semua hanya karenamu
Semua hanya untukmu
Ternyata itu takkan pernah mampu
Membuatmu ingin memilikiku
Saat seharusnya aku marah
Aku belajar tak kecewa
Saat sewajarnya aku kecewa
Aku belajar tak menangis
Saat boleh aku menangis
Aku belajar itu semua karenamu
Aku belajar sabar
saat aku harus menunggumu
Aku belajar mengerti
Saat kau egois menghadapiku
Aku belajar mengalah
Saat kau ingin menang
Aku belajar itu semua untukmu
Aku melakukan banyak hal
Semua hanya karenamu
Semua hanya untukmu
Ternyata itu takkan pernah mampu
Membuatmu ingin memilikiku
yogyakarta, 28 maret 2013
Label:
Puisi ku
Aku Belajar
![]() |
| www.google.com |
Saat seharusnya aku marah
Aku belajar tak kecewa
Saat sewajarnya aku kecewa
Aku belajar tak menangis
Saat boleh aku menangis
Aku belajar itu semua karenamu
Aku belajar sabar
saat aku harus menunggumu
Aku belajar mengerti
Saat kau egois menghadapiku
Aku belajar mengalah
Saat kau ingin menang
Aku belajar itu semua untukmu
Aku melakukan banyak hal
Semua hanya karenamu
Semua hanya untukmu
Ternyata itu takkan pernah mampu
Membuatmu ingin memilikiku
Label:
Puisi ku
Rabu, 06 Maret 2013
sejuta surat cinta dan puisi kerinduan
jika setiap butir cinta kutulis dalam kertas
Beserta setiap tetes kerinduanku
Dan mungkin juga setiap kasihku
Maka dalam sekejap saja
Seribu lembar kertas kan tertulis indah
Untukku persembahkan padamu
Jika selembar senyuman kugores dengan pena
Bersama setiap untaian do'a dan mungkin juga sebaris asa
Maka dalam sesaat saja
Sejuta puisi romansa tlah tercipta
Untuk menemani sepanjang waktumu
Telah sepanjang 21 tahun Atau 282 bulan
Engkau memberikan rasa cinta dan ketulusan
Maka sepanjang hariku kan kuberi kau
Ribuan surat cinta ku bersama rindu
Dan kasih sayang yang tulus padamu
Sampai kapanpun takkan pernah ku berhenti
Menuliskan surat cinta dan puisi kerinduanku
Sekalipun tlah tercipta berjuta juta
Takkan pernah lelah aku mencintai dan merindukanmu
Meski suatu saat kau kan lelah menemaniku disini
Di hiruk pikuknya kehidupan
"I Will Loving forever mom"
Yogyakarta, 6 maret 2013
Beserta setiap tetes kerinduanku
Dan mungkin juga setiap kasihku
Maka dalam sekejap saja
Seribu lembar kertas kan tertulis indah
Untukku persembahkan padamu
Jika selembar senyuman kugores dengan pena
Bersama setiap untaian do'a dan mungkin juga sebaris asa
Maka dalam sesaat saja
Sejuta puisi romansa tlah tercipta
Untuk menemani sepanjang waktumu
Telah sepanjang 21 tahun Atau 282 bulan
Engkau memberikan rasa cinta dan ketulusan
Maka sepanjang hariku kan kuberi kau
Ribuan surat cinta ku bersama rindu
Dan kasih sayang yang tulus padamu
Sampai kapanpun takkan pernah ku berhenti
Menuliskan surat cinta dan puisi kerinduanku
Sekalipun tlah tercipta berjuta juta
Takkan pernah lelah aku mencintai dan merindukanmu
Meski suatu saat kau kan lelah menemaniku disini
Di hiruk pikuknya kehidupan
"I Will Loving forever mom"
Yogyakarta, 6 maret 2013
Label:
Puisi ku
Rabu, 21 November 2012
tak sesempurna sang mentari
embun bening menetes dijiwa ku
Merayu rayu dan tersenyum riang
Membasahi kerinduan akan kasih
Senyum dan semangatmu menggebu
Mengajariku tertawa lepas tak berbeban
Meski aku tak tau apa alasannya
Butiran salju membeku diujung mata
Menanti mentari hangatkan hari
Melebur sang batu menjadi harapan baru
Janji manismu menggoda hatiku
Menjadikanku ingin memiliku seutuhnya
Meski aku tak tau apa alasannya
Sempurna siang dengan sinar smentari
Meski waktu terasa begitu gersang
Namun mentari memenuhi janjinya
Kali ini ia bersinar begitu sempurna
Menerangi setiap asa insan manusia
Menggantikan sang malam yang kelam
Janji yang terucap begitu sempurna
Mengalun indah dari bibir manismu
Menerangi kelelahan dalam jiwa ini
Menggantikan kegelapan hati ku
Namun ternyata tak sesempurna mentari
Sinarnya terus meredup termakan waktu
Janji dan rasa kasihmu ternyata palsu
Dulu kurasa kau lah mentariku
Yang menyapaku setiap pagi
Memberikanku senyuman saat penat
Mengobarkan asa saat lelah datang
Menjagaku seperti nafas yang mengiringi
Tapi kini ku tau tentang realita ini
Kau adalah malam yang memaksa
Menjadi mentari tuk hariku
Kau adalah gelap yang kosong
Menjadi pemain untuk hatiku
Sungguh ,
Janjimu tak pernah sempurna bagai mentari
Janjimu tak pernah nyata bahkan hanya kata
Label:
Puisi ku
Selasa, 06 November 2012
kurindu pelukmu Ibu
perih terasa relung jiwa dan hatiku
Saat melihatmu terus berbaring lemah
Berpuluh hari telah berlalu kini
hari kehari meruntuhkan semangatmu
Saat esok datang seakan habis sebuag harapan
Saat malam seolah begitu kelam dan menakutkan
Aku menangisimu setiap kali
Setiap melihat renta diwajahmu
Setiap melihat kelelahan dinafasmu
Aku merintih setiap saat
Kau merasa ketakutan disini
Entah...
Sabarku seakan telah habis
Keikhlasanku terus memudar
Padahal ku sungguh menyayangimu
Tak terbayang bila waktu membawamu
Pergi dari tempat yang membosankan ini
Ke perbaringan terindah mili Tuhan
Tak terbayang bagiku kini
Berapa butir air mata yang ku urai
Ketika kau menahan rasa sakit
Setiap detik waktu berlalu
Ibu...
Sungguh aku rindu semangatmu dulu
Aku rindu pelukanmu dan perhatianmu
Aku rindu ucapan sayangmu
Aku rindu tidur dalam dekapanmu
Ibu...
Ragamu masih utuh dihadapanku
Cintamu masih sempurna untukku
Kasih sayangmu masih ikhlas bagiku
Tapi aku sungguh kehilangan sebagian darimu
Ibu...
Aku rela menghabiskan waktu untukmu
Aku kan menjagamu seperti dulu kau menjagaku
Ibu,,, kumohon tetaplah semangat
Percayalah esok ada banyak harapan baru
Ibu....
Ajari aku kuat sepertimu
Ajari aku sabar agar aku selalu bisa membahagiakanmu
:')
Label:
Puisi ku
Jumat, 02 November 2012
Rintik Hujan di Jendela Hatiku
rintik hujan datang selepas kemarau
Merdu nian menari dengan tawa
Menyegarkan jiwa yang membara
Butiran melukis jendela kaca
Mengembun menutupi seluruh pandang
Malam kan terasa semakin sunyi
Terdiam dalam sudut harap
Terlukis senyuman termanis
Saat kau lempar bersama tawa
Inginku sampai nanti tetap begini
Tersenyumku disudut bayang
Teringat tatapan mata menghujam
Tuk pertama kali sorot itu
Bergerilya menatapku penuh rasa
Inginku mengartikan itu cinta
Ketulusan yang membuatku
Menjadi sempurna dimatamu
Rintik hujan mendengar ceritaku
Terucap harapan tentang kita
Esok yang indah dan hari yang sempurna
Andai malam ini kau dengar
Senandungku ditengah hujan
Memujimu penuh rasa cinta
Andai malam ini kau tau
Kau mampu membuatku tersenyum
Kembali menapaki harapan
Andai rintik hujan ini tau
Betapa rapuhku saat bercerita
Dalam harap cemas menantimu
Menanti masa depan kita
Mungkin kan menjadi kepingan
Bila yang kurasakan tak kau rasa
Label:
Puisi ku
Kamis, 01 November 2012
Tak Seindah Lukisan Pelangi
terhenyak dalam kesesatan fikiran
Terawang awang kesejukan disisimu
Bagiku semua bukanlah hal baru
Aku ragu mampukah ku tampil sempurna
Ku bersiap menutup mata
Karena ku merasa kau lah pelangi itu
Yang melukis waktu
Meski hanya dengan kata dan suara
Anganku pecah dan tak beraturan
Ternyata tak seindah lukisan pelangi
Berat kaki pergi karena pengharapan itu
Tapi ternyata kau ingin cepat berlalu
Pergi jauh dariku yang kini disisimu
Tak seindah lukisan pelangi
Tak seindah suara dan kata darimu
Mengingkari manisnya janji itu
Membuatku kini harus merasa luka
Ketakutanku berbuah nyata
Mempersiapkan diri kehilanganmu
Dari sudut nyata dan maya
Beratku merasakannya
Melepas ribuan hari kenangan kita
Entah karena ku memang tak sempurna
Atau memangku tak seperti yang kau kira
Entah semua hanya rasaku
Ataukah kenyataan bahwa pelangi
Tak lagi melukiskan keindahan
Yang dulu abstrak dan sekarang memudar
saat semua menjadi nyata
Label:
Puisi ku
Rabu, 17 Oktober 2012
☆ ´¨`*•.¸☼♥• ^( sepi )^ ♥•☼☆ ´¨`*•.
entah...
terkadang merasa sendiri
Sangat sendiri, sangat sepi
Sepi dalam keheningan
Dan sepi ditengah keramaian
Diam ku membisu
Dari detik kedetik kesunyian
Terkadang terjadi dipagi buta
Atau diterik siang
Juga dikelam malam
Sepanjang hari ku rasakan sendiri
Meski ada ayah dan bunda
Meski ada kawan dan sahabat
Meski ada pria terdekat
Masihku merasa sepi
saat semua mulut lincah bercerita
Sepi saat mulutku enggan berkata kata
Saat jemarinya menari dan bergandengan
Sepi saat jemariku hanya bisa terdiam
Saat kaki berlari kecil dan melompat
Sepi saat kakiku diam terduduk disudut kursi
Sepi...
Terkadang tak terdefinisi dengan baik
Seperti perasaan insan manusia
Sepi....
Mengapa masih terasa sepi
Meski jiwa dan waktu banyak yang mengisi
Sepi...
Aku bosan dengan rasa ini
Tersiksa...
saat berjuta suara menggema
Dan aku hanya terdiam dalam sepi
Label:
Puisi ku
(¯`☆╮Berdamai Bukan Melupakan╰☆´¯)
otak penuh dengan sejuta memori
Terkadang otomatis menghapus
Namun sulit jika memaksa menghapus
Memori kehidupan di masa lalu
Hari kemarin bulan kemarin
bahkan belasan hingga puluhan tahun yang lalu
Masih tersimpan rapi diotak
Memori saat berjumpa dengan sesuatu
Mengenal sesuatu hingga memiliki sesuatu
Itulah memori kebahagiaan
Memori saat mencari sesuatu
Terlukai oleh sesuatu hingga kehilangan sesuatu
Adalah memori tentang kesedihan
Sedetik, semenit, sejam, sehari,
sebulan dan setahun atau lebih dari itu
Adalah kenangan yang indah dan menyakitkan
Saat Bertemu dan berpisah,
Ketika Tawa dan air mata,
Masa Bahagia dan duka,
Sepenggal kisah masa lalu itu
Masih terekam jelas di otak
Semakin ingin menghapus semakin jelas kenangan itu
Semakin ingin membakarnya semakin subur masa lalu itu
Mungkin kebencian menjadi buah dari kenangan itu
kebencian akan kenyataan yang terbalik dengan keinginan
Mungkin air mata menjadi penutup kisah pilu itu
air mata luka, kecewa, dan putus asa
Selamanya takkan mungkin terlupakan
sebelum hatti mampu memaafkan
merelakan dan meikhlaskan kesalahan itu
Berdamai dengan masa lalu bukan melupakan
menjadikannya pelajaran tuk menapaki hari baru
Label:
Inspirasi Kehidupan,
Puisi ku
Minggu, 27 Mei 2012
Mengapa aku tidak?
jika mereka boleh tak datang
Mengapa aku harus datang
Jika mereka boleh tak patuh
Mengapa aku harus patuh
Jika mereka boleh tak ada
Mengapa aku harus ada
Jika mereka boleh lelah
Mengapa aku harus sabar
Jika mereka boleh menutup mata
Mengapa aku harus membuka mata
Jika mereka boleh berpura tuli
Mengapa aku harus mendengar
Ini sungguh tak adil
Seolah hanya aku seorang diri
Yang menikmati kehidupan yang lalu
Padahal jauh sebelum aku
Kasih sayang, perhatian dan kekayaan
Diperuntukkan bagi mereka
Hari ke hari aku belajar ikhlas
Sendiri menghadapi ombak kehidupan
Detik ke detik aku mencoba sabar
Menghadapi jiwa yang bergejolak
Ntah apa arti semua ini
Ntah kapan kan berhenti
Aku tetaplah manusia biasa
Yang punya batas asa dan daya
Terlebih lagi kerapuhan hati
Yang berjalan seorang diri
Mengapa aku harus datang
Jika mereka boleh tak patuh
Mengapa aku harus patuh
Jika mereka boleh tak ada
Mengapa aku harus ada
Jika mereka boleh lelah
Mengapa aku harus sabar
Jika mereka boleh menutup mata
Mengapa aku harus membuka mata
Jika mereka boleh berpura tuli
Mengapa aku harus mendengar
Ini sungguh tak adil
Seolah hanya aku seorang diri
Yang menikmati kehidupan yang lalu
Padahal jauh sebelum aku
Kasih sayang, perhatian dan kekayaan
Diperuntukkan bagi mereka
Hari ke hari aku belajar ikhlas
Sendiri menghadapi ombak kehidupan
Detik ke detik aku mencoba sabar
Menghadapi jiwa yang bergejolak
Ntah apa arti semua ini
Ntah kapan kan berhenti
Aku tetaplah manusia biasa
Yang punya batas asa dan daya
Terlebih lagi kerapuhan hati
Yang berjalan seorang diri
Label:
Puisi ku
Jumat, 25 Mei 2012
♥* ♥Membekas dihati ♥*♥
Bila malam telah datang
Sunyi dan dinginnya udara
Merasuki tulang tulangku
Menyempitkan rongga nafasku
Tercermin kenangan kala itu
Saat kau genggam tangan ini
Saat kau berbisik ditelingaku
Saat kau berjanji menemaniku
Menetes peluh di pelupuk mata
Perlahan ku tahan hingga berkaca
Namun Akhirnya terjatuh juga
Ingin ku ucapkan selamat tinggal
Pada sang kenangan
Agar tak sering datang dalam cermin
Kala malam menghampiri
Namun berkali ku coba mengakhiri
Tak jua habis terkenang
Waktu yang kini berlalu
Melangkah meninggalkan masa itu
Tak jua cukup menghapus
Jejak kisah yang penuh kenangan
Harus berapa lama lagi
Agar semua tergerus dalam ingatan
Kian malam kian terasa pedihnya
Kian gelap kian terasa sakitnya
Kian hari kian membekas dihati
Label:
Puisi ku
Rabu, 16 Mei 2012
(¯`*•.Butiran Air Mata¸☆♥✿
jika aku mampu memutar waktu
Aku tak berharap kita pernah berjumpa
Jika aku bisa kembali ke masa lalu
Takkan kubiarkan kau miliki hatiku
Namun aku tak lagi mampu kembali
Memutar waktu untuk tak memulai
Kisah yang kini menjadi kenangan
Jikalau semua tak terjadi
Tiada air mata yang menetes
Jikalau cinta tak pernah ada
Tiada rasa kecewa dihati ini
Aku tak ingin slalu menyalahkan keadaan
Aku mengira kau tak seperti yang dahulu
Aku kira kau slalu jujur memelukku
Ternyata kau sayat sayat punggungku
Tersadar luka itu terlalu dalam
Saat kau melepaskan pelukan mu
kau menghitamkan mimpiku
Kau membekukan hatiku
Kau sesatkan rasaku
Dan kini kau menari menikmati kemenanganmu
Label:
Puisi ku
Langganan:
Postingan (Atom)






