Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Selasa, 06 November 2012

kurindu pelukmu Ibu

perih terasa relung jiwa dan hatiku
Saat melihatmu terus berbaring lemah
Berpuluh hari telah berlalu kini
hari kehari meruntuhkan semangatmu

Saat esok datang seakan habis sebuag harapan
Saat malam seolah begitu kelam dan menakutkan

Aku menangisimu setiap kali
Setiap melihat renta diwajahmu
Setiap melihat kelelahan dinafasmu
Aku merintih setiap saat
Kau merasa ketakutan disini

Entah...
Sabarku seakan telah habis
Keikhlasanku terus memudar
Padahal ku sungguh menyayangimu
Tak terbayang bila waktu membawamu
Pergi dari tempat yang membosankan ini
Ke perbaringan terindah mili Tuhan
Tak terbayang bagiku kini
Berapa butir air mata yang ku urai
Ketika kau menahan rasa sakit
Setiap detik waktu berlalu

Ibu...
Sungguh aku rindu semangatmu dulu
Aku rindu pelukanmu dan perhatianmu
Aku rindu ucapan sayangmu
Aku rindu tidur dalam dekapanmu

Ibu...
Ragamu masih utuh dihadapanku
Cintamu masih sempurna untukku
Kasih sayangmu masih ikhlas bagiku
Tapi aku sungguh kehilangan sebagian darimu

Ibu...
Aku rela menghabiskan waktu untukmu
Aku kan menjagamu seperti dulu kau menjagaku

Ibu,,, kumohon tetaplah semangat
Percayalah esok ada banyak harapan baru

Ibu....
Ajari aku kuat sepertimu
Ajari aku sabar agar aku selalu bisa membahagiakanmu

:')

Jumat, 02 November 2012

Rintik Hujan di Jendela Hatiku

rintik hujan datang selepas kemarau
Merdu nian menari dengan tawa
Menyegarkan jiwa yang membara
Butiran melukis jendela kaca
Mengembun menutupi seluruh pandang

Malam kan terasa semakin sunyi
Terdiam dalam sudut harap
Terlukis senyuman termanis
Saat kau lempar bersama tawa
Inginku sampai nanti tetap begini
Tersenyumku disudut bayang
Teringat tatapan mata menghujam
Tuk pertama kali sorot itu
Bergerilya menatapku penuh rasa
Inginku mengartikan itu cinta
Ketulusan yang membuatku
Menjadi sempurna dimatamu

Rintik hujan mendengar ceritaku
Terucap harapan tentang kita
Esok yang indah dan hari yang sempurna
Andai malam ini kau dengar
Senandungku ditengah hujan
Memujimu penuh rasa cinta
Andai malam ini kau tau
Kau mampu membuatku tersenyum
Kembali menapaki harapan

Andai rintik hujan ini tau
Betapa rapuhku saat bercerita
Dalam harap cemas menantimu
Menanti masa depan kita
Mungkin kan menjadi kepingan
Bila yang kurasakan tak kau rasa

Kamis, 01 November 2012

Tak Seindah Lukisan Pelangi

terhenyak dalam kesesatan fikiran
Terawang awang kesejukan disisimu
Bagiku semua bukanlah hal baru
Aku ragu mampukah ku tampil sempurna
Ku bersiap menutup mata
Karena ku merasa kau lah pelangi itu
Yang melukis waktu
Meski hanya dengan kata dan suara

Anganku pecah dan tak beraturan
Ternyata tak seindah lukisan pelangi
Berat kaki pergi karena pengharapan itu
Tapi ternyata kau ingin cepat berlalu
Pergi jauh dariku yang kini disisimu

Tak seindah lukisan pelangi
Tak seindah suara dan kata darimu
Mengingkari manisnya janji itu
Membuatku kini harus merasa luka

Ketakutanku berbuah nyata
Mempersiapkan diri kehilanganmu
Dari sudut nyata dan maya
Beratku merasakannya
Melepas ribuan hari kenangan kita

Entah karena ku memang tak sempurna
Atau memangku tak seperti yang kau kira
Entah semua hanya rasaku
Ataukah kenyataan bahwa pelangi
Tak lagi melukiskan keindahan
Yang dulu abstrak dan sekarang memudar
saat semua menjadi nyata

Rabu, 17 Oktober 2012

☆ ´¨`*•.¸☼♥• ^( sepi )^ ♥•☼☆ ´¨`*•.

entah...
terkadang merasa sendiri
Sangat sendiri, sangat sepi
Sepi dalam keheningan
Dan sepi ditengah keramaian

Diam ku membisu
Dari detik kedetik kesunyian
Terkadang terjadi dipagi buta
Atau diterik siang
Juga dikelam malam

Sepanjang hari ku rasakan sendiri
Meski ada ayah dan bunda
Meski ada kawan dan sahabat
Meski ada pria terdekat
Masihku merasa sepi

saat semua mulut lincah bercerita
Sepi saat mulutku enggan berkata kata
Saat jemarinya menari dan bergandengan
Sepi saat jemariku hanya bisa terdiam
Saat kaki berlari kecil dan melompat
Sepi saat kakiku diam terduduk disudut kursi

Sepi...
Terkadang tak terdefinisi dengan baik
Seperti perasaan insan manusia
Sepi....
Terkadang hanya otak yang tau
Mengapa masih terasa sepi
Meski jiwa dan waktu banyak yang mengisi

Sepi...
Aku bosan dengan rasa ini
Tersiksa...
saat berjuta suara menggema
Dan aku hanya terdiam dalam sepi

(¯`☆╮Berdamai Bukan Melupakan╰☆´¯)

otak penuh dengan sejuta memori
Terkadang otomatis menghapus
Namun sulit jika memaksa menghapus
Memori kehidupan di masa lalu
Hari kemarin bulan kemarin
bahkan belasan hingga puluhan tahun yang lalu
Masih tersimpan rapi diotak

Memori saat berjumpa dengan sesuatu
Mengenal sesuatu hingga memiliki sesuatu
Itulah memori kebahagiaan
Memori saat mencari sesuatu
Terlukai oleh sesuatu hingga kehilangan sesuatu
Adalah memori tentang kesedihan

Sedetik, semenit, sejam, sehari,
sebulan dan setahun atau lebih dari itu
Adalah kenangan yang indah dan menyakitkan
Saat Bertemu dan berpisah,
Ketika Tawa dan air mata,
Masa Bahagia dan duka,
Sepenggal kisah masa lalu itu
Masih terekam jelas di otak
Semakin ingin menghapus semakin jelas kenangan itu
Semakin ingin membakarnya semakin subur masa lalu itu

Mungkin kebencian menjadi buah dari kenangan itu
kebencian akan kenyataan yang terbalik dengan keinginan
Mungkin air mata menjadi penutup kisah pilu itu
air mata luka, kecewa, dan putus asa
Selamanya takkan mungkin terlupakan
sebelum  hatti mampu memaafkan
merelakan dan meikhlaskan kesalahan itu
Berdamai dengan masa lalu bukan melupakan
menjadikannya pelajaran tuk menapaki hari baru

Minggu, 30 September 2012

Rembulan Tenggelam DI wajahmu (REVIEW)



JUDUL           : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
PENULIS       : Tere-Liye
PENERBIT     : Republika
TAHUN          : 2009
TEBAL           : 427 halaman


Perjalanan mengenang masa lalu telah dimulai. Bersama dengan seseorang ‘berwajah menyenangkan’ tersebut Ray dibawa menjumpai masa lalunya, menemui jawaban atas 5 pertanyaan sepanjang hidupnya. Kejadian demi kejadian yang Ray tau dan tidak terungkap dalam alur cerita. Disini Om Tere-Liye sungguh hebat menggambarkan dan menceritakan dengan alur maju-mundur dengan sejuta fantasi yang luar biasa.
Rehan atau Ray yang tak tau asal usul dirinya, tinggal dan dibesarkan dipanti asuhan terkutuk (katanya) selama 16 Tahun. Dipaksanya bekerja dterminal, disiksa dengan bilah rotan. Hingga akhirnya memutuskan untuk meninggalkan panti asuhan dan memulai kehidupan ‘liarnya’. Dipanti asuhan hanya Diar kawan terbaiknya yang terus membela dan mengingatkannya untuk tidak mencuri dan kembali kepanti meski berulangkali Rehan enggan. Rehan menjadi preman terminal dan keberuntungannya dalam berjudi terus membaik. Sampai pada satu titik Rehan mengalami penusukan oleh lawan judinya. Bagaimana kisah selanjutnya? Baca sendiri bagian yang ini yaaa...
Rehan akhirnya memilih melupakan masa lalunya dan mengganti namanya menajdi Ray. Setelah sembuh dari luka tusukan kini Ray tinggal dirumah singgah. Disana, Ray menemukan indahnya keluarga. Kasih sayang dan kerukunan terjalin indah diantara mereka. Ray mulai bersekolah dikelurahan dan ikut mengamen Natan, kawan satu kamarnya. Bersama 9 anak bernasib sama. Ray tinggal dirumah itu. Hingga suatu saat Ilham dilukai oleh preman-preman. Ray membara, dia menghabisi preman-preman tersebut. Sayangnya meski Ray menang, ini tidak menyelesaikan masalah, justru berakhir pada kematian Natan. Ray kembali memutuskan pergi menjauh dari rumah singgah karena Bang Ape tak pernah menyukai sifat Ray yang ‘sok jagoan’ sedang Ray merasa membela diri. Kisah lengkapnya lebih seru dari ini.
Kehidupan selanjutnya, tinggal dikontrkakan kecil dan pengap dibantaran kali. Ray berjumpa dengan Plee pria usia 40 tahunan seorang “pedagang” berlian. Akibat dari sebuah kejadian kemudian membuat Ray harus kabur lagi dan melepaskan masa lalunya.
Kehidupan baru Ray dimulai, saat kembali ke kampung halamannya. Bekerja jadi kuli proyek, namun karena Ray pria yang cerdas ini menjadi awal kehidupannya terus membaik. Dari kuli jadi mandor, lalu kepala mandor, hingga menjadikannya pengusaha tersukses. Semua kesuksesan bisnisnya karena bantuan dari Koh Cheu. Bersamaan dengan ini dia berjumpa dengan cinta pertama dan terakhirnya. Si gigi kelinci, begitulah ia menamai istrinya yang bernama Fitri ini. Lalu apa yang terjadi dalam kisah cinta dan bisnisnya, silahkan dibaca ke unikan dan serunya yaa...
Ray merasa kehidupan itu tak pernah adil. Pahit semua terasa, setiap kebahagiaan terus terenggut, kehilangan-kehilangan yang membuatnya terus menyalahkan langit. Sejak tinggal dipanti, Ray sangat menyukai memandang rembulan karena membuatnya begitu tenang. Hingga usianya menuapun Ray selalu menyukai memandang keindahan rembulan. Inilah alasan mengapa saat usianya 60 tahun dan kini berbaring dirumah sakit, Ray diberi kesempatan berjumpa dengan orang berwajah menyenangkan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Siapakah sesungguhnya Ray? Ada hubungan apa kehidupan Ray dengan Plee, Fitri dan Rinai, gadis kecil yang diceritakan di awal novel.
Buatku, novel ini sungguh membangun antusias saat membacanya, meski terkungkung bingung saat membaca awal-awalnya. Sejuta teka teki kehidupan yang saling berkaitan terjawab dengan sempurna. Hidup ini berisi sebab-akibat.
Nilai-nilai kehidupan yang ada dapat kita ambil dan ke seruan Om tere-liye membuat cerita seolah inilah kehidupan nyata itu.
Saranku, yang ingin membaca jangan berhenti diawal-awal halaman saja, karena cerita yang menyenangkan baru dimulai pada beberapa halaman kemudian. 

^^REVIEW suka suka gue^^